Archive for Oktober, 2008

wanita misterius

Posted on Oktober 8, 2008. Filed under: puisi | Tags: |

aku sedang jatuh cinta …
pada seseorang yang belum pernah kukenal
aku sedang sangat ingin bertemu
karena senyumnya membuatku terpesona

saat aku dalam perjalanan pulang
aku mengingatnya, aku menginginkanya
aku tau aku bisa, aku tau …
karena lenggangnya serasa aku bermimpi

reff :
aku sedang jatuh cinta …
pada wanita yang belum kukenal
aku sangat menginginkanya
karena itu aku ingin mendapatkanya
(aku sedang jatuh cinta … 2x

pertama aku [...]

Read Full Post | Make a Comment ( None so far )

Untitle

Posted on Oktober 8, 2008. Filed under: puisi | Tags: |

seperti laut,
gaungnya menakutkan kita yang berdekatan…
dan tenang saat kita berjauhan
entah berapa mil jauhnya…
begitu juga kamu…

pasar cisolok, 1 april 2003

Read Full Post | Make a Comment ( None so far )

perempuan…

Posted on Oktober 8, 2008. Filed under: puisi | Tags: |

adalah ibu dari manusia seperti ku dan mu…
adalah kekasih yang mengasihi
dan mengayomi, seperti kamu…
adalah istri yang menurunkan
keturunan mu, lalu mendewasakannya…

perempuan…
adalah mata air dan gejolak
‘pun tempat meletakan cita-cita…
adalah cahaya hati, kala risau
mencekik dan melilit…
adalah permadani yang mengantarkanmu
kedunia imaji…
adalah jiwa dari dua yang terpisah…

perempuan…
adalah penghancur kehendak
ketika kita (laki-laki) beringin mimpi…
adalah dewi segala perhatian dan penyadaran
adalah [...]

Read Full Post | Make a Comment ( None so far )

Untitle

Posted on Oktober 8, 2008. Filed under: puisi | Tags: |

Di… apa kabar?…

secangkir kopi menemaniku, menghangatkan tubuhku
dari dingin ini…
dan aku menghawatirkanmu
duduk pojok kamar, menunggu kasihmu
yang kunjung datang…

sebatang cerutu menemaniku menggapai batas imaji
dan aku tak berharap kamu mengikatkan tali pada lehermu
hingga malaikat menyapamu yang tak lagi disini…

kantin-perpus, 4 januari 2003

Read Full Post | Make a Comment ( None so far )

untitle

Posted on Oktober 8, 2008. Filed under: puisi | Tags: |

ketika hujan mengunci aku pada gedung tua
yang tak ku kehendaki…
dan, hanya aku yang kehabisan mimpi…

rawamangun, 26 februari 2003

Read Full Post | Make a Comment ( None so far )

(jakarta) sepi sekali dimalam hari

Posted on Oktober 6, 2008. Filed under: puisi | Tags: |

by moeklas koerdi

duapuluhtiga april duaribusatu
sendiri dalam ruang satukosongtiga
tigapuluh menit yang lalu
dengan langkah suka-cita, karena
duapuluhsatu kali bumi berputar
saat kembang ditangan, dalam hati
aku tertawa…

sendiri dalam ruang satukosongtiga
tigabelas menit sebelumnya
saat banyak ingin bicara
saat itu kamu menangis
maaf aku tak menjagamu

duapuluhtiga april duaribusatu
empatpuluh jam yang lalu
kupetik melati (kupikir untukmu)
aku tak, sadarkan diri…

sepuluh oktober [...]

Read Full Post | Make a Comment ( None so far )

sejenak merenunglah, aku dan mu..

Posted on Oktober 6, 2008. Filed under: puisi | Tags: , |

by moeklas koerdi
sejenak merenunglah, dan berkaca..
berapa hari kamu buang waktumu
berapa kata yang keluar dari bibirmu
dan berapa banyak jiwa yang kamu sakiti

sejenak merenunglah, dan berdo’a..
tentang cita-cita yang kamu ucapkan waktu kecil
tentang wanita yang tiap hari kamu bicarakan
dan tentang hidup yang kalut ini

sejenak merenunglah, dan bersua..
dengan teman sepermainan waktu kamu masih
pipis sembarangan..
dengan mantan kekasih [...]

Read Full Post | Make a Comment ( None so far )

untuk jeng anti

Posted on Oktober 6, 2008. Filed under: puisi | Tags: |

by moeklas koerdi

jeng..
sini sebentar
bawakan aku segelas angin
dan, biarkan sejuknya balut jasadku

jeng..
temani aku
buang dulu tangis di wajah mu
dan, biarkan kunikmati tubuh mu

jeng..
peluk aku
lupakan resah di kamar mu
dan, biarkan kubasuh luka
dengan jari – jemari ku

jeng..
jangan menangis
simpan air matamu
biar aku ikhlas membunuh mu
hari ini..

tasikmalaya, 29 april ’01

Read Full Post | Make a Comment ( None so far )

keluarga udik*

Posted on Oktober 6, 2008. Filed under: puisi | Tags: |

by moeklas koerdi

orang tua delapandua tahun
sudah pikun, pun gila
banyak bicara, tak karuan suaranya

anak muda sembilanbelas tahun
penurut, pun pendiam
sedikit bicara, ketus suaranya

dua orang satu rumah
satu tua, satunya anak muda
yang tua banyak maunya
yang muda diam saja
yang tua keras kepala
yang muda mengelus dada

setiap detik bersama
setiap menit adu suara
setiap jam diam lama
setiap hari punya [...]

Read Full Post | Make a Comment ( None so far )

Nanti…

Posted on Oktober 6, 2008. Filed under: puisi | Tags: |

by moeklas koerdi
Sebelum aku lanjut usia..
banyak bicara, bicara makna
banyak diam, diam berfikir
terus menulis, menulis cinta-asa
mengisi kanvas, kanvas cita-cita
menghias mimpi, mimpi hari ini

Sebelum (aku) lanjut usia
pasti punya waktu untukmu, seutuhnya..
meski dengan pengorbanan dan luka hati
sampai urat nadi berhenti pasti
biar kamu bicara dan senyum gembira
sampai waktu yang di gariskan datang
menjemput kita..

Sebelum aku lanjut usia..
hari [...]

Read Full Post | Make a Comment ( None so far )

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...