Archive for Oktober 6th, 2008
(jakarta) sepi sekali dimalam hari
by moeklas koerdi
duapuluhtiga april duaribusatu
sendiri dalam ruang satukosongtiga
tigapuluh menit yang lalu
dengan langkah suka-cita, karena
duapuluhsatu kali bumi berputar
saat kembang ditangan, dalam hati
aku tertawa…
sendiri dalam ruang satukosongtiga
tigabelas menit sebelumnya
saat banyak ingin bicara
saat itu kamu menangis
maaf aku tak menjagamu
duapuluhtiga april duaribusatu
empatpuluh jam yang lalu
kupetik melati (kupikir untukmu)
aku tak, sadarkan diri…
sepuluh oktober [...]
Read Full Post | Make a Comment ( None so far )sejenak merenunglah, aku dan mu..
by moeklas koerdi
sejenak merenunglah, dan berkaca..
berapa hari kamu buang waktumu
berapa kata yang keluar dari bibirmu
dan berapa banyak jiwa yang kamu sakiti
sejenak merenunglah, dan berdo’a..
tentang cita-cita yang kamu ucapkan waktu kecil
tentang wanita yang tiap hari kamu bicarakan
dan tentang hidup yang kalut ini
sejenak merenunglah, dan bersua..
dengan teman sepermainan waktu kamu masih
pipis sembarangan..
dengan mantan kekasih [...]
untuk jeng anti
by moeklas koerdi
jeng..
sini sebentar
bawakan aku segelas angin
dan, biarkan sejuknya balut jasadku
jeng..
temani aku
buang dulu tangis di wajah mu
dan, biarkan kunikmati tubuh mu
jeng..
peluk aku
lupakan resah di kamar mu
dan, biarkan kubasuh luka
dengan jari – jemari ku
jeng..
jangan menangis
simpan air matamu
biar aku ikhlas membunuh mu
hari ini..
tasikmalaya, 29 april ’01
Read Full Post | Make a Comment ( None so far )keluarga udik*
by moeklas koerdi
orang tua delapandua tahun
sudah pikun, pun gila
banyak bicara, tak karuan suaranya
anak muda sembilanbelas tahun
penurut, pun pendiam
sedikit bicara, ketus suaranya
dua orang satu rumah
satu tua, satunya anak muda
yang tua banyak maunya
yang muda diam saja
yang tua keras kepala
yang muda mengelus dada
setiap detik bersama
setiap menit adu suara
setiap jam diam lama
setiap hari punya [...]
Nanti…
by moeklas koerdi
Sebelum aku lanjut usia..
banyak bicara, bicara makna
banyak diam, diam berfikir
terus menulis, menulis cinta-asa
mengisi kanvas, kanvas cita-cita
menghias mimpi, mimpi hari ini
Sebelum (aku) lanjut usia
pasti punya waktu untukmu, seutuhnya..
meski dengan pengorbanan dan luka hati
sampai urat nadi berhenti pasti
biar kamu bicara dan senyum gembira
sampai waktu yang di gariskan datang
menjemput kita..
Sebelum aku lanjut usia..
hari [...]


